Rabu, 15 Februari 2017

Rasulullah Saw, Sosok Panutan Dalam Hidupku



Rasulullah Saw, adalah teladan hidup bagi seluruh umat Islam. Pasalnya, dalam diri Rasulullah Saw, terdapat keteladanan nyata yang dapat memancarkan cahaya hidayah. Menerangi kehidupan umat manusia menuju cahaya kebenaran dan kemenangan. Sungguh, pribadi Rasulullah Saw sangatlah menggagumkan dan penuh pesona. Hal ini disebabkan karena keteladanan indah yang menghiasi hidupnya. Oleh karena itu saya harus mempelajari sejarah panjang kehidupan Rasulullah dan berusaha menemukan mutiara indah yang penuh pesona dari kepribadiannya. Yang terpenting lagi bagaimana saya mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan saya.
                Lalu muncul pertanyaan, kenapa saya menjadikan Rasulullah sebagai teladan hidup dan harus mempelajari kisah hidupnya? Amru Khalid dalam bukunya, “Jejak Sang Junjungan” mengatakan, “Salah satu alasan yang mendorong kita mempelajari perjalanan Nabi Saw adalah dalam rangka mengambil keteladanan. Seorang tak akan mendapatkan teladan paling lengkap dan sempurna, selain dari diri Beliau. Hal itu karena Allah Swt telah memberikan kepada Beliau- selama 23 tahun masa kenabiannya- segala sesuatu yang dibutuhkan umat manusia hingga hari kiamat “.
                Sebagaimana makna yang terkandung dalam QS. Al Ahzab 21 “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah Saw, itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”
                Berdasarkan ayat ini, ada tiga syarat yang harus saya tanamkan dalam diri saya agar saya sanggup menjadikan Rasululllah Saw sebagai teladan hidup:
                Pertama, Mengharapkan pertemuan dengan Allah Swt. Pertemuan yang bermakna dan penuh bahagia adalah ketika seseorang bertemu dengan Rabbnya. Sebuah pertemuan yang didambakan oleh seluruh umat Islam. Mereka yang memahami makna pertemuan itu, akan berusaha mempersiapkan bekal yang cukup untuk menapaki jalan kebenaran dan mempermudah langkahnya menuju Allah SWT.
                Nah, bagi seluruh umat Islam yang mengharapkan bertemu dengan Allah SWT dengan pertemuan yang indah maka dirinya harus mampu menjadikan Rasulullah Saw, sebagai teladan hidup dalam menapaki kehidupan ini. Karena dengan meneladani Rasulullah Saw, berarti jalan untuk bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan selamat dan bahagia dapat diwujudkan.
                Kedua, Orang yang juga sanggup menjadikan Rasulullah Saw, sebagai teladan hidup adalah orang-orang yang meyakini dengan kedatangan hari akhir. Hari akhir merupakan suatu hari yang mutlak adanya. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan setiap ada hari awal (kelahiran) pasti ada hari akhir (kematian) yang menanti dengan setia. Demikianlah kehidupan ini, akan berakhir dengan kematian dan berlanjut terus dengan kehidupan baru dengan alam dan suasana yang berbeda.
                Bagi seseorang yang memahami makna penting ini, tidak akan menyia-nyiakan kehidupan dunia dengan menjadikan Rasulullah Saw, sebagai teladan utama dalam kehidupannya. Pilihan ini tepat dan benar karena kebenaran risalah Rasulullah Saw, yang sudah teruji dalam sejarah panjang kehidupan manusia. Rasulullah Saw, telah memberikan gambaran utuh bagaimana meyakini hari akhir dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari akhir tersebut.
                Ketiga, banyak berdzikir pada Allah Swt. Hal ini merupakan syarat berikutnya yang harus dimiliki seseorang, agar mampu menjadikan Rasulullah Saw, sebagai teladan hidup. Dzikir adalah amalan batin yang menghubungkan dirinya (jiwa dan raga) dengan Sang Khalik. Dengan berdzikir seseorang hamba akan merasakan kedekatan dan dekapan Tuhannya dengan penuh mesra.
                Orang yang banyak berdzikir pada Allah SWT, berdzikir dengan senandung iman, nyanyian kecintaan dan lantunan kerinduan yang menggetarkan jiwa maka membuat suasana indah mempesona. Melalui dzikir seorang hamba dapat menyebut dan menyapa Khaliknya dengan sapaan yang penuh syahdu dan membahagiakan. Rasulullah Saw telah mengajarkan bagaimana seharusnya kita berzikir pada Allah SWT dalam mengisi hari-hari yang penuh makna.
                Itulah syarat-syarat yang harus saya tanamkan dalam diri dan kehidupan saya agar saya sanggup menjadikan Rasulullah Saw, sosok yang begitu sempurna dalam segala hal, sebagai panutan sebagai hidup saya agar saya kelak dapat bersama beliau di SurgaNya Allah SWT. Amiin.


Senin, 13 Februari 2017

EPW 2017



EPW (Engineering Physics Week) 2017, tentunya bukan merupakan sebuah event di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang asing terdengar di telinga Mahasiswa maupun Siswa SMA di Seluruh Indonesia. Mengapa tidak? Event terbesar kedua setelah ITS Expo ini tentunya menjadi sebuah ajang yang sangat amat dinantikan oleh seluruh Mahasiswa dan Siswa SMA di Indonesia. Dengan berbagai ajang perlombaan yang menarik seperti EPC (Engineering Physics Challenge) yaitu lomba Fisika antar SMA, ILTC (Indonesian Line Tracer Competition) yaitu lomba robot antar SMA, SNOW (Smart Innovation of Writing) yaitu lomba karya tulis dengan dua kategori yaitu Mahasiswa dan Siswa SMA, dan Snapshot yaitu lomba fotografi antar Siswa SMA, Maka dapat dipastikan bahwa EPW 2017 merupakan acara yang memiliki nilai dengan tingkat atau taraf yang cukup bagus.
                Acara EPW 2017 diawali dengan pemberitahuan kami melalui berbagai media sosial tentang diadakannya SNOW agar para peserta dapat mengumpulkan berkas karya tulis mereka untuk mengikuti lomba SNOW. Kemudian setelah masa pengumpulan berkas telah habis maka kami pun mulai melakukan publikasi atau pengenalan tentang TF dan EPW itu sendiri ke berbagai sekolah SMA. Kami melakukan publikasi ke berbagai sekolah SMA se-Indonesia dengan dibagi sesuai dengan rayon atau daerah dimana panitia tinggal. Akhirnya ketika kami berlibur, kami pun banyak melakukan publikasi ke sekolah-sekolah SMA di daerah rayon kami masing-masing.
                Setelah sebulan kami melakukan publikasi ke bermacam-macam sekolah SMA, tibalah saat dimana akan diadakannya seleksi Rayon terlebih dahulu. Untuk Rayon Jabodetabek, kami melakukan tes seleksi Rayon di SMA LAbschool Rawamangun, Jakarta. Acara EPC Rayon Jabodetabek berjalan dengan sangat baik, baik dari segi penyetakan sertifikat, talkshownya, makanan, dll telah teratur dengan sangat baik. Sehingga acara dapat berjalan dengan kondusif dan tertata.
                Setelah seleksi Rayon telah dilakukan dan telah ada pula hasilnya, maka kami mempersiapkan keberangkatan untuk Siswa SMA yang telah dinyatakan lolos ke babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Gedung Robotika ITS. Sesampainya di Surabaya, saya pun segera mengerjakan tugas bagian saya di EPW 2017 yaitu sebagai bagian décor. Di Décor, kami pun mulai melakukan berbagai hal yang akan memperindah EPW seperti merias gapura selamat datang, membuat tulisan EPW, dll.
                Hari Pertama EPW pun tiba, EPC melaksanakan babak semifinal, ILTC melaksanakan babak penyisihan baik dari robot analog maupun robot mikro. Suasana di Gedung Robotik menjadi ramai dengan berbagai tambahan spot-spot seperti Lab Exhibition, Bookstore, dll. Lab Exhibition itu adalah dimana semua lab yang di TF datang menuju spot yang telah disediakan di Gedung Robotika untuk mempresentasikan dan mengenalkan beragam lab di TF dan kelebihannya. Disana juga terdapat tahap presentasi bagi para peserta SNOW sehingga mereka harus mampu mempresentasikan hasil dari karya tulis ilmiah mereka.
                Pada Hari kedua atau hari terakhir pelaksaaan EPW 2017, EPC melakanakan babak Final dalam bentuk cerdas cermat, dan ILTC pun demikian mulai memasuki tahap Final atau tahap akhir dari pagi hari hingga sore. Setelah itu ketika malam, diadakan EOT (EPW on Talk) yaitu sebuah talkshow yang tentunya bermanfaat, berbobot, dan sangat menarik. Setelah EOT telah dilaksanakan, akhirnya disebutkan siapa saja yang menjadi juara baik dari lomba EPC, ILTC, SNOW, dan Snapshot. Setelah itu acara ditutup dengan nyanyian dan loading out di malam yang telah larut.
                Sehingga bagi saya pribadi tentunya, mengikuti EPW 2017 sangatlah bermanfaat sehingga kita dapat mengerti bagaimana cara agar kita mampu memenejemen  diri dan waktu dalam menyukseskan acara besar seperti EPW 2017. Dan tentunya bagi saya dan kawan-kawan, event seperti ini dapat membuat kami dan angkatan atas dapat menjalin hubungan dengan lebih baik.

Rabu, 05 Oktober 2016

Kesan Tentang Teknik Fisika 2016



Kesan saya selama ini bersama dengan teman-teman dari jurusan Teknik Fisika 2016 tentunya tidak bisa disebutkan satu persatu, karena bersama dengan mereka selama ini tentunya berbagai rasa telah saya rasakan bersama, baik itu lelah, senang, sedih, marah, semangat, dll. Tapi tentunya kesan dominan yang saya rasakan adalah saya senang bisa memliki teman-teman yang nantinya akan menjadi keluarga baru dalam lembar kehidupan saya.
            
           Mulai dari OKKBK, saya belum terlalu mengenal mereka, bahkan saya mungkin hanya dalam hitungan jari saja saya mengenal mereka. Tapi dengan perlahan saya mulai mengenal dari mulai kelompok saya yaitu kelompok 9. Saya mulai merasa dekat dengan mereka, dengan mulai bercanda, berbicara, dll. Namun disana saya hanya merasa dekat dengan kelompok saya saja, dan akhirnya ketika kami mendapatkan tugas untuk mengenal satu angkatan melalui buku angkatan, sedikit demi sedikit saya mulai mengenal dengan teman satu angkatan saya.
            
           Setelah acara OKKBK, saya dan teman-teman sudah mulai memasuki waktu kuliah, sehingga saya dan teman-teman teknik fisika lebih sering bertemu sehingga saya sudah cukup familiar dan dekat dengan beberapa teman dari teknik fisika. Angkatan saya pun akhirnya sering melakukan gath bersama hingga beberapa kali, sehingga saya pun mulai dekat dan familiar dengan beberapa teman dari Metrologi dan Instrumentasi. Angkatan saya pun mulai memahami bahwa tidak ada perbedaan antara Teknik Fisika dan Metrologi dan instrumentasi.
           
           Ketika acara TW 114, kami seangkatan membantu dalam memeriahkan dan memperindah acara TW 114 agar menjadi kenangan terakhir yang takkan dilupakan oleh kakak-kakak wisudawan dari Teknik Fisika. Kami pun bersama-sama saling bahu membahu bersama dengan kakak tingkat kami dalam menyukseskan acara TW 114. Setelah acara TW 114, kami pun juga bersama turut mendukung Teknik Fisika voli dalam ajang Rektor Cup.
           
           Begitu kesan saya bersama dengan teman-teman dari Teknik Fisika 2016, saya yakin saya dan teman-teman akan menjadi keluarga Teknik Fisika yang terbaik.